• HOME
  • Event
  • Intercultural Understanding for Japanese Expats (Focus on Indonesia)

Understanding the local values of Indonesians and Enhancing your team performance! Intercultural Understanding for Japanese Expats (Focus on Indonesia)

29 November 2017 (Rabu),
di Jakarta, Indonesia

Isi Program

“ Pekerjaan manager itu sendiri adalah sama di negara mana saja. Sedangkan bagaimana cara pelaksanaannya, sangat dipengaruhi oleh tradisi dan kebudayaan” Peter Drucker

Apakah tanpa anda sadari saat sedang bekerja bersama dengan orang Indonesia anda terlalu memaksakan nilai-nilai budaya Jepang? Untuk meningkatkan performance team, atau untuk mempertahankan staff yang berprestasi agar tidak resign, diperlukan pemahaman terhadap nilai-nilai yang dipegang oleh orang Indonesia. Selain itu, kemampuan untuk “menghindari dan memecahkan permasalahan yang mungkin timbul akibat perbedaan nilai-nilai budaya” dan “kemampuan untuk memotivasi orang Indonesia” juga sangat dibutuhkan.
Di seminar ini, trainer kami yang sudah berpengalaman hidup dan bekerja di Indonesia selama 14 tahun akan mengajarkan mengenai “6-D Model”, yaitu metode untuk memahami perbedaan budaya dan aplikasinya dalam dunia bisnis, juga mengajarkan cara berkomunikasi yang efektif dalam menyikapi permasalahan yang mungkin timbul di tempat anda bekerja. (Anda juga dapat memahami perbedaan nilai-nilai budaya di negara ASEAN lainnya, dan ilmu ini juga bisa diaplikasikan saat berbisnis dengan negara mana saja selain Indonesia).

  • Bisnis akan berubah saat anda memahami perbedaan budaya
  • Apakah metode yang efektif untuk memahami perbedaan budaya (6-D Model) ?
  • Pemahaman melalui tes online (Culture Compass), masalah yang mungkin terjadi dan cara pemecahannya
    ※Peserta training dimohon untuk melakukan tes online Culture Compass sebelum datang ke tempat training
  • Belajar cara berkomunikasi dengan orang Indonesia melalui kasus-kasus yang lazim terjadi di Indonesia

「6-D Model」 dan 「Culture Compass」

“6-D Model” adalah metode yang ditemukan oleh Professor Geert Hofstede, dalam penelitiannya mengenai perbedaan budaya dan budaya organisasi yang diakui luas di dunia. Metode ini mengategorikan perbedaan budaya tiap negara dan menuangkannya dalam bentuk skor/angka.
Kebudayaan masyarakat tiap negara dianalisa dalam 6 dimensi/bagian, dan kecenderungan tiap negara dituangkan dalam skor/angka untuk memudahkan memahami posisi relatif masing-masing negara.

<6 Dimensi Untuk Memahami Perbedaan Budaya>
  1. Kesenjangan Kekuasaan (Besar vs Kecil)
  2. Kolektivisme vs Individualisme
  3. Maskulin (Tangguh) vs Feminin (Lembut)
  4. Pencegahan Ketidakpastian (Tinggi vs Rendah)
  5. Pragmatisme (Pragmatis vs Normatif)
  6. Cara Menikmati Hidup ( Kepuasan hidup vs Tekanan hidup)

Culture Compass adalah penilaian yang dibuat berdasarkan 6-D Model. Dengan mengikuti penilaian ini, anda dapat memahami perbedaan nilai-nilai budaya yang ada pada 3 orang: “diri anda sendiri”, “kecenderungan orang Jepang”, dan “kecenderungan orang Indonesia” secara objektif. Melalui laporan hasil penilaian di Culture Compass, anda akan bisa mengerti masalah yang mungkin timbul akibat perbedaan nilai-nilai budaya yang terjadi diantara anda dengan staff, partner bisnis, customer, dan pihak lain, sehingga membantu anda untuk membangun hubungan yang lebih baik dengan mereka.

Penceramah

  • 小林 千絵 Chie Kobayashi

    Chie KobayashiDirektur Manager JAC Recruitment Indonesia

    Lulus dari Kobe University Jurusan Pendidikan pada tahun 1992. Pernah bekerja di Suntory dan perusahaan out sourcing sebelum pindah ke luar negeri. Selanjutnya, meneruskan pendidikan mengenai Intercultural Communication di Universitas negeri di Denmark. Berpengalaman mengajar Bahasa Jepang di Copenhagen Business School dan LIA di Indonesia. Tahun 2003 mulai bekerja di JAC dan sejak Januari 2016 menjabat sebagai Direktur Manager. Sudah tinggal di Indonesia selama 14 tahun. Sebagai representative JAC di Indonesia yang sudah meng-hire lebih dari 8000 orang di seluruh dunia, meliputi orang Jepang dan negara lain, beliau berpengalaman dalam me-manage perusahaan Jepang di Indonesia dengan filosofi “Perusahaan bertopang pada manusianya”. Staff beliau sendiri berasal dari berbagai budaya, seperti Jepang, Korea, Portugal, Tunisia, dan sebagainya. Merasakan bahwa pengalaman beliau dalam me-manage perusahaan selama ini tidak terlepas dari kemampuan untuk memahami perbedaan budaya, akhirnya beliau memutuskan untuk membagi ilmunya sebagai trainer dalam seminar dan penelitian.

  • 勝 幹子 Mikiko Katsu

    Mikiko KatsuDirektur/Konsultan Senior Cicom Brains

    Lulusan Sophia University jurusan Bahasa Asing dan Hitotsubashi University Graduate School of International Corporate Strategy. Berpengalaman di divisi pendidikan dan recruitment di sebuah perusahaan manufacturing elektronik di Jepang. Setelah itu meneruskan bekerja di perusahaan venture yang bergerak dalam pengembangan software untuk telepon genggam, dimana beliau menangani aliansi bisnis dengan perusahaan lain. Berdasar pengalaman beliau tinggal di berbagai negara seperti Denmark, Spanyol, Inggris, dan Korea, juga minatnya terhadap Asia,beliau banyak terlibat dalam penelitian dan perencanaan training dan kegiatan outsourcing untuk staff dari berbagai negara. Saat ini terutama fokus pada perencanaan training untuk staff lokal di Indonesia.

Diselenggarakan

Tempat
29 November 2017 (Rabu)
※Pendaftaran ditutup 20 November 2017
Jam
13:30-18:00
Tempat

CEO SUITE JAKARTA
Sahid Sudirman Center 56 F, Jl. Jend Sudirman Kav 86, Jakarta

Jumlah partisipan
25 orang
Biaya Training
IDR 1,500,000 + VAT10%※Mengenai pembayaran, setelah pendaftaran akan dikirimkan tagihan. Pembayaran paling lambat 24 November 2017 (Jumat).
Informasi
CICOM BRAINS Inc.
Contact:Mikiko Katsu, Debby Li
TEL: +81-(0)3-5294-5576
E-mai:gtd@cicombrains.com

Meminta informasi untuk memperkuat seminar " Management Lintas Budaya "

Kontak: Mikiko Katsu/Debby Li

Kontak via telepon
03-5294-5576